AI bisa menghasilkan gambar dengan cepat, tetapi belajar menggambar melatih estetika, pengamatan, dan kreativitas, sehingga membantu penggunaan AI yang lebih baik.
Sayang, aku lihat People’s Daily bertanya: AI sudah begitu pandai menggambar, apakah kita masih perlu belajar menggambar? Aku jadi ragu.
Menurutku perlu. AI memberi hasil, sedangkan menggambar memberi proses: pengamatan, kesabaran, dan penilaian yang dibangun perlahan.
Yang kamu bilang mirip dengan caraku mengajar bahasa Inggris. Menghafal kosakata itu mudah, yang sulit adalah mengekspresikan dan berpikir.
Betul. Sekarang gambar tidak langka, yang langka adalah selera dan kemampuan memilih. Kalau tidak bisa menilai, AI memberi seratus gambar pun kamu tak akan memilih yang bagus.
Jadi belajar menggambar juga bikin kita lebih jago menulis prompt? Aku sering merasa ‘tidak bisa menjelaskan apa yang kuinginkan’.
Tepat sekali. Orang yang bisa menggambar paham cahaya, komposisi, dan gaya, serta lebih peka terhadap keseragaman, jadi tidak disuapi algoritma.
Aku juga suka mengambil pena dan menggambar sedikit. Rasa tenang itu tidak bisa digantikan AI yang menghasilkan gambar dalam satu detik.
Dalam lukisan Tiongkok ada konsep ‘kehidupan dan jiwa’. Bukan hanya mirip atau tidak, tapi ada roh. AI bisa membantu, tapi kehangatan karya datang dari manusia.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.