Ningbo melegalkan operasi pedagang kaki lima keliling, sehingga tercipta situasi saling menguntungkan antara ketertiban dan penghidupan.
Xiao Pan, kamu lihat berita tentang lapak nasi daging rebus yang “resmi” itu? Nasi kotak seharga sepuluh yuan per porsi sampai masuk komentar People’s Daily.
Iya, saya lihat. Dulu pemilik lapak itu setiap hari dorong gerobak sambil “gerilya”, sekarang dia punya lapak tetap dan izin usaha. Menurut saya itu menarik sekali.
Benar. Dulu seringnya pedagang diusir dan didenda, seperti “kucing mengejar tikus”. Kali ini pemerintah mengubah caranya, dari “saya mau mengatur kamu” menjadi “saya membantu kamu”.
Saya perhatikan nasi daging rebusnya disukai karena benar-benar tulus dan apa adanya. Dia ingat selera para pekerja, dan sentuhan kemanusiaan seperti itu menyentuh banyak orang.
Di kota-kota Tiongkok sering ada ungkapan tentang “kehangatan hidup sehari-hari”. Pedagang kecil membawa bukan hanya makanan, tetapi juga kehangatan hidup. Kalau penataan hanya bicara aturan tanpa kehangatan, dukungan rakyat bisa hilang.
Itu mengingatkan saya pada gagasan kuno bahwa “rakyat adalah dasar negara”. Kalau masyarakat bisa hidup dengan tenang, maka masyarakat secara alami akan lebih stabil.
Betul sekali. Chongqing membuat “lapak pasang-surut”, Shanghai memakai data untuk merencanakan pasar malam, semuanya sedang mencari keseimbangan antara ketertiban dan penghidupan.
Ternyata tata kelola bukan soal benar atau salah secara sederhana, melainkan sebuah kebijaksanaan. Menjaga batas dasar sambil tetap mempertahankan sentuhan manusiawi, itulah jalan jangka panjang.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.