Seorang pelanggan di Shanghai menemukan huruf-huruf penghinaan di atas telur kukus pesanannya, memicu perdebatan tentang keamanan makanan dan sikap pelayanan.
Bu Liu, saya lihat berita tentang seorang wanita yang memesan makanan, dan di atas telur kukusnya ada dua huruf. Orang-orang bilang itu kata kasar, maksudnya apa?
Hmm, dua huruf itu adalah ‘SB’, singkatan dari ‘傻逼’ dalam bahasa gaul internet Tiongkok. ‘傻逼’ adalah kata makian yang sangat kasar, artinya ‘sangat bodoh’.
Oh begitu! Menulis itu di atas makanan benar-benar tidak sopan.
Benar. Di Tiongkok ada pepatah, ‘penyakit masuk lewat mulut,’ artinya makanan dan keamanan sangat penting. Kalau ada yang menulis kata kasar di makanan, pelanggan merasa dihina dan khawatir makanannya sudah disentuh atau dicemari.
Di Vietnam juga sama, kalau makanan ditulis atau digambar sembarangan, kami pun takut dan tidak mau makan.
Jadi pelanggan itu menolak kompensasi dan tidak memakan makanannya. Banyak warganet berkomentar bahwa industri makanan harus memiliki etika profesional dan tidak boleh melampiaskan emosi buruk kepada pelanggan.
Saya dengar ada ungkapan ‘Pelanggan adalah Tuhan,’ artinya kita harus menghormati pelanggan, kan?
Betul. Menghormati pelanggan bukan hanya soal sikap pelayanan, tapi juga cerminan kesopanan budaya. Kejadian ini bisa jadi pelajaran berharga.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.