陈智高 dan 王明月 membahas perbedaan budaya dan pandangan hukum di balik kontroversi hukuman mati antara Tiongkok dan Kanada.
Guru, apakah Anda melihat berita terbaru? Tiongkok telah mengeksekusi empat pengedar narkoba berkewarganegaraan Kanada. Pemerintah Kanada sangat memprotes, tetapi banyak netizen asing justru mendukung tindakan Tiongkok, bahkan beberapa orang Kanada pun mengungkapkan pemahaman mereka.
Ya, saya melihatnya. Ini sebenarnya mencerminkan perbedaan budaya di balik sistem hukum. Negara-negara Barat umumnya menentang hukuman mati, sedangkan Tiongkok menganggap kejahatan narkoba sebagai ancaman serius terhadap stabilitas sosial, sehingga hukuman berat dianggap wajar.
Betul. Saya melihat komentar seorang netizen yang mengatakan bahwa judul berita Kanada seharusnya 'Empat Pengedar Narkoba', bukan 'Empat Orang Kanada'. Komentar itu benar-benar mengenai sasaran.
Ini menunjukkan bahwa publik semakin memahami perbedaan antara 'identitas' dan 'tindakan'. Hukum suatu negara tidak boleh goyah hanya karena kewarganegaraan pelaku kejahatan. Jika tidak, di mana letak supremasi hukum? 'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung' juga berarti 'Hormati hukum negara tempat kita berada'.
Tapi Guru, kenapa Kanada bereaksi begitu keras? Apakah karena alasan kemanusiaan atau pertimbangan politik?
Keduanya. Kanada sudah lama menghapus hukuman mati, jadi dari perspektif nilai-nilai mereka, sulit menerima hal ini. Secara politik, jika mereka tidak memprotes, opini publik mungkin akan mengecam pemerintah sebagai 'tidak bertindak'. Namun, protes seperti itu juga bisa dilihat sebagai intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain.
Saya juga melihat komentar seorang netizen Amerika yang mengatakan bahwa Kanada dulu pernah menyangkal aktivitas pengedar narkoba di AS, tetapi sekarang buktinya jelas — benar-benar tamparan keras. Komentar semacam ini membuat saya berpikir bahwa opini publik kadang lebih tajam daripada pernyataan resmi.
Mata publik memang tajam. Ada pepatah Tiongkok yang mengatakan, 'Hukum tidak memihak kepada yang kuat'. Tidak peduli status atau kewarganegaraan, jika melanggar hukum, harus dihukum. Di era globalisasi saat ini, negara-negara harus lebih menghormati kedaulatan yudisial satu sama lain.
Guru, kejadian ini mengingatkan saya pada ucapan Anda bahwa 'Hukum adalah cerminan budaya'. Cara suatu negara memandang hukuman juga mencerminkan pemahaman mereka tentang kehidupan, hak, dan ketertiban.
Kamu benar sekali. Jika peristiwa ini dapat mendorong dialog lintas budaya, itu akan lebih konstruktif daripada sekadar protes. Dunia ini luas, tetapi prinsip dasar hukum dan moralitas seharusnya tetap memiliki kesamaan.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.