Usulan Korea Selatan untuk memperpanjang peminjaman panda raksasa menarik perhatian pada diplomasi panda dan emosi masyarakat.
Junhee, kamu lihat beritanya? Saat Lee Jae-myung berkunjung ke Tiongkok, dia secara langsung mengusulkan kepada pihak Tiongkok untuk “memperpanjang peminjaman” sepasang panda raksasa untuk Kebun Binatang Gwangju.
Aku lihat! Langsung viral di media sosial Korea. Banyak orang berkomentar, “Begitu panda datang, hati langsung melunak.” Sangat terasa gambarnya.
Sebenarnya ada makna budaya di balik ini. Panda raksasa selalu disebut sebagai “duta persahabatan”. Saat “Fubao” kembali ke Tiongkok, puluhan ribu orang mengantarnya meski hujan, sangat menyentuh.
Benar. Aku bahkan pernah mengedit video “Fubao” berjalan sambil menggandeng lengan pengasuhnya. Jumlah penontonnya sangat tinggi. Warganet menyebutnya “bintang penyembuh teratas”.
Inilah kekuatan bahasa dan emosi. Di Tiongkok ada ungkapan “menukar hati dengan hati”, dan panda membuat masyarakat kedua negara lebih mudah saling memahami.
Selain itu, menempatkannya di Gwangju juga langkah yang cerdas. Bukan hanya Seoul yang bisa melihat panda, kota-kota daerah juga bisa ikut populer. Terasa sangat membumi.
Namun meminjam panda tidaklah mudah. Dibutuhkan perawatan profesional dan kerja sama jangka panjang. Ini mencerminkan kepercayaan, bukan sekadar rasa suka.
Tiba-tiba aku merasa belajar bahasa Mandarin juga seperti merawat panda—harus pelan-pelan, tapi begitu terjalin ikatan, akan terus diperhatikan.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.