Aplikasi keamanan untuk orang yang tinggal sendiri menjadi populer lewat fitur “check-in + pengingat”, sekaligus memicu perdebatan soal nama, privasi, dan valuasi.
Lao Huang, kamu lihat aplikasi “Sudah Mati?” itu? Namanya ekstrem, tapi bisa sampai nomor satu di daftar aplikasi berbayar Apple.
Aku lihat. Fungsinya sederhana: check-in setiap hari, kalau beberapa hari tidak check-in, otomatis kirim email ke kontak darurat. Fokusnya keamanan bagi yang tinggal sendiri.
Yang paling gila itu biayanya. Pendiri bilang pembuatannya kurang dari sebulan, modal cuma sekitar 1.000 yuan, dikerjakan tiga orang secara remote.
Itu menunjukkan titik sakitnya nyata. Di kota besar, banyak orang hidup sendiri, jauh dari keluarga dan teman, jadi butuh pengingat ‘jaring pengaman’.
Tapi namanya memang terlalu provokatif. Ada juga yang bilang sebaiknya diganti jadi “Masih Hidup?”. Menurutmu ini kebablasan?
Kontroversial, tapi memaksa orang menghadapi risiko. Aku lebih peduli soal privasi: siapa kontak daruratnya, berapa lama tidak check-in, isi emailnya seperti apa—harus jelas.
Ada juga logika bisnis. Harga naik dari 1 yuan ke 8 yuan, katanya server tidak kuat. Sekarang mereka bilang mau jual 10% saham seharga 1 juta yuan, valuasi 10 juta.
Valuasi bisa dibahas, tapi jangan cuma lihat hype. Lihat retensi, tingkat alarm palsu, dan batas tanggung jawab. Kalau notifikasi terlambat, siapa yang bertanggung jawab?
Benar. Semakin sederhana fungsinya, semakin detail harus solid. Kalau tidak, satu pesan canggung saja bisa fatal.
Jadi ini seperti cermin: teknologinya sederhana, tapi kebutuhan sosial, etika, dan tata kelola sama sekali tidak boleh kurang.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.