Pasangan suami istri berdiskusi tentang nilai ilmu sosial dan humaniora di era AI.
Sayang, kamu lihat wawancara Profesor 刘永谋? Dia bilang kalau ilmu sosial yang tidak sesuai zaman bisa dikurangi kuotanya. Menurutku itu terlalu ekstrem.
Aku justru merasa dia ada benarnya. Sekarang AI berkembang begitu pesat, ilmu sosial tradisional memang menghadapi tantangan dan perlu beradaptasi.
Tapi aku mengajar bahasa Inggris. Kalau itu juga dianggap tidak berguna, bagaimana nasib guru-guru seperti aku?
Bukan berarti ilmu sosial tidak berguna, tapi harus lebih 'berguna secara besar-besaran'. Misalnya, kelas bahasa Inggrismu bisa disesuaikan dengan kebutuhan baru di era AI, seperti komunikasi lintas budaya atau integrasi bahasa dan teknologi.
Kalau kamu bilang begitu, aku mulai setuju. Memang sekarang siswa lebih fokus pada pengetahuan yang 'berguna' daripada sekadar hafalan.
Benar sekali. 刘永谋 juga bilang, di masa depan, jurusan tidak perlu terlalu terpisah, tapi harus diorganisasi berdasarkan masalah nyata agar lebih adaptif.
Tapi negara kita secara tradisional sangat menghargai ilmu sosial. Begitu bicara soal pengurangan kuota, langsung dikritik seolah-olah sedang menghancurkan akar budaya.
Budaya itu penting, tapi zaman sudah berubah. Seperti yang dia katakan, tidak bisa lagi mengandalkan 'membaca lebih banyak buku daripada orang lain' sebagai keunggulan kompetitif.
Dengar penjelasanmu, aku malah merasa reformasi ilmu sosial ini bukan ancaman, tapi peluang. Kalau kita bisa beradaptasi, mungkin malah bisa memperluas kuota penerimaan.
Iya, kita sebagai pendidik juga harus mengikuti perkembangan zaman, jangan sampai tertinggal oleh teknologi. Ilmu sosial yang sudah disesuaikan akan menjadi 'kegunaan besar' yang sesungguhnya.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.