Membahas konflik antara estetika drama kostum romantis dan realitas sejarah, serta logika di balik pilihan kreatif tersebut.
Belakangan ini kamu menonton “Zhu Yu”? Pemeran utama yang dijuluki “Jenderal Foundation” memicu banyak perbincangan.
Ya, saya menontonnya. Awalnya saya merasa cukup bagus, tapi kemudian terasa agak aneh. Bagaimana mungkin seorang jenderal di medan perang bisa terlihat begitu rapi dan halus?
Benar, ini sebenarnya mencerminkan perbedaan antara drama kostum romantis dan drama sejarah. Drama kostum romantis lebih seperti fantasi romantis dan tidak sepenuhnya mengejar realisme.
Tapi kritik penonton juga masuk akal, kan? Bagaimanapun, jenderal dalam sejarah Tiongkok seperti Xiang Yu dan Yue Fei memiliki citra yang sangat kuat.
Tepat sekali. Dalam puisi kuno juga sering ada ungkapan seperti “kuda besi dan sungai beku” atau “pasukan di medan perang musim gugur,” yang menekankan kerasnya perang, bukan keindahan.
Namun sekarang banyak penonton justru ingin melihat karakter yang “tampan, kuat, dan tragis”—tampan sekaligus menyedihkan, sehingga mudah membangkitkan simpati.
Ini adalah bentuk penciptaan yang formulaik. Selama karakter sesuai dengan harapan penonton, mudah untuk sukses, tetapi isinya bisa menjadi kosong.
Setelah mendengar itu, saya rasa “Jenderal Foundation” sekaligus tidak adil dan juga tidak sepenuhnya tidak adil. Tidak adil karena keterbatasan genre, tapi juga tidak karena kreatifnya memang agak malas.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.