Masalah keamanan dan pengawasan akibat lembaga tari palsu dan guru yang tidak memiliki kualifikasi.
Bu Liu, baru-baru ini CCTV mengungkap beberapa lembaga pelatihan tari palsu. Gurunya tidak punya sertifikat, bahkan ada anak yang cedera atau cacat. Seram sekali.
Benar, laporan mengatakan beberapa lembaga menghindari pengawasan dengan mengubah 'sekolah pelatihan' menjadi 'studio tari', bahkan membeli sertifikat dengan uang. Yang paling mengerikan adalah guru yang belum pernah belajar secara profesional mengajarkan gerakan sulit kepada anak-anak.
Lalu bagaimana orang tua bisa tahu apakah lembaga itu resmi atau tidak? Saya rasa kalau saya punya anak, saya juga akan khawatir tertipu 'guru palsu'.
Lembaga tari resmi akan menampilkan izin operasional, sertifikat guru, dan standar biaya di tempat yang mudah terlihat. Proses ujian resmi juga ketat, tidak seperti di beberapa tempat yang 'bayar langsung dapat sertifikat'.
Sekarang masyarakat sepertinya sangat mementingkan ujian kenaikan tingkat dan penghargaan. Lembaga menggunakan prestasi ini untuk menarik orang tua, tapi justru mengabaikan keselamatan dan perkembangan anak.
Betul, pendidikan tidak boleh menjadi 'permainan poin'. Orang tua harus memilih secara rasional, memprioritaskan minat dan kesehatan anak, yang lebih penting daripada sertifikat apa pun.
Saya benar-benar berharap pihak berwenang di masa depan bisa mengawasi lebih ketat, agar guru dan lembaga yang tidak memenuhi syarat tidak membahayakan anak-anak.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.