陈智高 dan 王明月 membahas tren baru persaingan AS-Tiongkok, seni negosiasi Trump, dan strategi respons Tiongkok.
Guru, Anda lihat berita akhir-akhir ini? AS kembali memperketat kontrol teknologi terhadap Tiongkok, bahkan ingin memaksa Tiongkok mengalah. Rasanya Trump masih pakai pola lama.
Aku memperhatikan. Inilah yang disebut 'seni bernegosiasi'. Tekanan ekstrem Trump, sebenarnya cuma pemerasan saja. Tapi Tiongkok sekarang sudah bukan Tiongkok yang dulu, strategi pemerasan seperti ini sudah lama terbaca.
Ya, secara jangka pendek langkah AS memang terlihat kuat, tapi Tiongkok punya 'senjata' nyata seperti logam tanah jarang. Setiap kali AS menambah pembatasan, Tiongkok selalu menemukan cara balasan.
Logam tanah jarang saat ini jadi tumpuan utama balasan ke AS. Lihat saja, ekspor logam tanah jarang Tiongkok ke AS baru-baru ini turun hampir 60%. Begitu sektor penting diperketat, pihak AS langsung panik. Negosiasi internasional sebenarnya adalah adu daya tawar dan ketahanan.
Tapi media Barat masih suka bilang Tiongkok bakal menyerah, padahal pimpinan Tiongkok sudah lama siap dengan gaya 'tekan satu tangan, negosiasi satu tangan' AS.
Ini menunjukkan otonomi strategis dan ketenangan. Menghadapi unilateralisme dan tekanan ekstrem, Tiongkok makin fokus menjaga kepentingan dan keamanan industrinya sendiri, tidak gampang goyah oleh isu sesaat.
Aku juga lihat ada tokoh ekonomi AS mulai berpikir ulang. Dimon dari JPMorgan terang-terangan bilang Tiongkok tidak takut tarif, masalah terbesar AS justru di dalam negeri.
Betul itu. Daripada terus memperbesar tekanan, lebih baik pikirkan cara menang bersama Tiongkok. Zaman sudah berubah, Tiongkok punya prinsip dan percaya diri. Persaingan ini tak bisa dimenangkan hanya dengan pemerasan.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.