陈智高 dan 王明月 menafsirkan kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap Tiongkok melalui kisah mitologi dan sejarah.
Guru, hari ini saya membaca artikel oleh Zhong Yin di People's Daily. Artikel itu menggunakan tiga cerita untuk mengkritik tindakan tarif Amerika yang berlebihan. Yang paling membekas bagi saya adalah saat 'perang tarif' dibandingkan dengan membuka 'kotak Pandora'.
Ya, begitu 'kotak Pandora' dibuka, bencana akan datang silih berganti. Itu adalah metafora yang sangat jelas untuk menggambarkan penyalahgunaan tarif. Perang tarif terlihat seperti menyerang pihak lain, padahal sebenarnya sama-sama merugikan. Pelajaran seperti itu sudah ada dari masa lalu hingga kini.
Artikel itu juga menyebut cerita 'Nüwa menambal langit', mengatakan bahwa rakyat Tiongkok selalu mampu mengubah nguy menjadi an, bukan dengan menyalahkan langit, melainkan dengan semangat pantang menyerah.
Itulah fondasi spiritual bangsa Tiongkok. Dalam ribuan tahun penuh badai, kami mengandalkan semangat 'lebih baik menyerang sekali untuk mencegah seratus serangan'. Perang dagang ini bukan kami yang memulai, tapi menghadapi perundungan, kami tidak akan mundur.
Ada juga bagian tentang 'The Wizard of Oz', yang menekankan bahwa hanya dengan kerja sama dan persatuan kita bisa keluar dari kesulitan. Saat membaca itu, saya berpikir: apakah Amerika benar-benar percaya bahwa prinsip 'pemenang mengambil semua' bisa bertahan lama?
Itulah intinya. 'Pemenang mengambil semua' bertentangan dengan esensi dari globalisasi ekonomi. Rantai pasok global sudah saling terhubung. Memaksakan 'decoupling' hanya akan menjatuhkan diri sendiri.
Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa Tiongkok menerapkan kebijakan 'bebas bea' untuk negara-negara paling tidak berkembang. Saya sangat menghargai sikap terbuka dan inklusif ini.
Itu mencerminkan tanggung jawab sebagai negara besar. 'Inklusif dan saling menguntungkan' bukan hanya prinsip diplomasi Tiongkok, tetapi juga interpretasi modern dari konsep kuno 'dunia harmoni'.
Menurut guru, apakah masih ada harapan untuk hubungan Tiongkok-AS di masa depan?
Selama kedua belah pihak memiliki ketulusan, pintu sejarah tidak akan pernah tertutup. Seperti kata Presiden Xi Jinping, 'Bumi cukup besar untuk menampung perkembangan dan kemakmuran Tiongkok dan Amerika Serikat bersama-sama.' Hanya saja, jangan sampai ada pihak yang keras kepala dan membuang kunci kerja sama ke dalam kotak yang dikuncinya sendiri.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.