Sebuah perusahaan terungkap memaksa karyawannya bekerja 19 jam sehari, memicu perdebatan publik tentang hak-hak pekerja.
Lao Huang, apakah kamu melihat berita itu? Ada sebuah perusahaan yang terungkap membuat karyawannya bekerja 19 jam setiap hari, dari jam 7 pagi sampai jam 2 dini hari.
Ya, saya melihatnya. Itu sudah merupakan pelanggaran serius terhadap undang-undang ketenagakerjaan. Hukum umumnya menetapkan bahwa jam kerja per hari tidak boleh melebihi 8 jam, dan bahkan lembur pun memiliki batas yang jelas.
Yang paling keterlaluan adalah gaji bulanan mereka hanya 3.000 yuan, tanpa jaminan sosial dan tanpa upah lembur. Ini benar-benar menguras kesehatan para karyawan.
Benar, dan ada juga karyawan yang mengatakan bahwa kalau ingin resign, perusahaan akan memotong gaji satu bulan. Praktik seperti ini jelas melanggar hak dan kepentingan sah para pekerja.
Perusahaan kemudian menanggapi dengan mengatakan bahwa pekerjaan terlalu banyak, jadi saat sedang sibuk karyawan akan bekerja sangat lama. Tetapi 19 jam setiap hari jelas terdengar sama sekali tidak masuk akal.
Karena itu, dinas pengawasan ketenagakerjaan setempat sudah turun tangan untuk menyelidiki. Jika situasinya benar, perusahaan bukan hanya harus membayar kekurangan gaji dan melunasi iuran jaminan sosial, tetapi juga bisa menghadapi sanksi.
Sekarang banyak orang sedang membahas hal ini di internet. Sebenarnya bekerja keras bukan masalah, tetapi jika perusahaan mengabaikan hukum dan mengeksploitasi karyawan tanpa batas, perusahaan seperti itu pasti tidak akan bertahan lama.
Betul. Kesehatan dan martabat tidak boleh ditukar dengan gaji. Para pekerja juga harus belajar menyimpan bukti dan melindungi hak mereka melalui jalur hukum.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.