Hukum memperjelas batasan uang seserahan untuk mengurangi sengketa yang memperlakukan pernikahan sebagai transaksi.
Sayang, aku merasa sekarang uang seserahan seperti “membeli pernikahan”. Kalau tidak sepakat, langsung putus.
Masalahnya memang di situ. Awalnya seserahan adalah bentuk sopan santun dan berkah, tapi ketika jumlahnya terlalu besar, itu berubah jadi transaksi dan konflik pun meningkat.
Lalu apa yang bisa dilakukan hukum? Hanya mengatakan “jangan minta terlalu banyak” sepertinya tidak efektif.
Peran hukum adalah menetapkan aturan. Misalnya, dalam “pernikahan kilat”, jika setelah itu menolak hidup bersama, permintaan untuk mengembalikan seserahan biasanya didukung oleh pengadilan.
Jadi itu bisa mencegah orang mengambil uang lalu pergi setelah menikah, ya?
Benar. Tapi jika belum mendaftar pernikahan namun sudah lama hidup bersama dan punya anak, permintaan pengembalian penuh biasanya tidak dikabulkan, karena pernikahan bukan investasi yang bisa dibatalkan kapan saja.
Sepertinya hukum sedang membedakan mana yang hadiah, mana yang penipuan, dan mana yang harus mempertimbangkan kontribusi nyata.
Tepat sekali. Dengan batas yang lebih jelas, seserahan bisa kembali menjadi “hadiah”, dan pernikahan lebih didasarkan pada kepercayaan, bukan perhitungan.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.