Anak muda menggunakan konsep “Imlek terbalik” dan pertemanan musiman untuk kembali mengendalikan ritme perayaan.
花, aku membaca laporan bahwa banyak anak muda sekarang memilih “Imlek terbalik”, mengundang orang tua ke kota tempat mereka bekerja untuk merayakan.
Aku juga memperhatikannya. Cukup segar. Orang tua bisa melihat lingkungan hidup anak-anaknya, dan juga menghindari pertanyaan berulang dari kerabat.
Dari sudut pandang sosial, ini berarti mengambil kembali kendali atas momen kebersamaan, tidak lagi hanya mengikuti pola lama.
Selain itu, kota sekarang punya banyak kegiatan saat Imlek—museum, festival lampion, pertunjukan tetap buka. Lebih menarik daripada hanya bermain ponsel di rumah.
Ada juga yang mencari “teman Imlek”, orang-orang yang tidak pulang kampung merayakan bersama dan saling membantu untuk mengurangi rasa sepi.
Ya, hubungan seperti ini ringan tapi pas. Tidak memberi tekanan, dan membuat suasana liburan tidak terlalu sepi.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa anak muda dengan sengaja membantu orang tua melakukan hal-hal kecil untuk mengalihkan pertanyaan yang canggung.
Pada akhirnya, bagaimana pun cara merayakan, selama keluarga saling memahami, meski bentuknya berubah, rasa kebersamaan tetap ada.
Mengapa memilih aplikasi ini
Tanya AI, putar ulang audio, simpan kosakata, dan pantau progresmu
Tersedia 1.000+ dialog dan 500+ artikel Easy Mandarin News.
Gunakan fitur ulang, atur kecepatan audio, dan simpan kata ke flashcard.
Dapatkan penjelasan instan tentang tata bahasa dan struktur kalimat.